Batu Ureter Distal

Pada beberapa buku, ureter terbagi menjadi dua atau tiga bagian. Pada ureter yang terbagi dua, yaitu ureter proksimal dan ureter distal. Ureter proksimal terletak diatas pembuluh darah iliaka communis dan secara esensial meliputi ureter 1/3 proksimal pada konsep ureter yang dibagi tiga segmen. Pada pembagian ureter yang terbagi tiga, ureter sepertiga media meliputi segmen yang overlaps dengan tulang sacrum. Sedangkan ureter 1/3 distal meliputi ureter yang terdapat pada juxtavecicular junction yang terletak dibawah tulang iliaca. Read more »

Batu Staghorn atau Batu Tanduk Rusa atau Batu Cetak Ginjal

Belum ada kesepakatan mengenai definisi batu cetak/ staghorn ginjal. Definisi yang sering dipakai adalah batu ginjal yang menempati lebih dari satu collecting system, yaitu batu pielum yang berekstensi ke satu atau lebih kaliks. Istilah batu cetak/ staghorn parsial digunakan jika batu menempati sebagian cabang collecting system, sedangkan istilah batu cetak/staghorn komplit digunakan batu jika menempati seluruh collecting system. Read more »

Undescencus Testiculorum atau Undescencus Testis atau Undescended Testicle atau Sanglir

Ketika skrotum anak tidak dijumpai testis, orang tuanya akan dihantui kebimbangan tentang kelelakian anaknya. Dokter akan berpikir sekitar kanker testis, dan yang paling penting lagi anak akan malu dan cemas dalam pergaulan. Pemahaman masalah kriptorkismus secara holistik akan membimbing dokter , orang tua dan anak dalam menyikapi kelainan yang ada. Read more »

Varicocle atau Varikokel atau Varikosel

Adalah dilatasi abnormal / varises dari vena spermatika interna ( Pleksus pampiniformis proksimal dari testes ) akibat terganggunya aliran darah balik vena spermatika interna. Insiden 10% pada usia muda , dimana sebelah kiri lebih sering dari yang kanan , karena Vena spermatika interna kiri bermuara pada vena renalis kiri dengan arah tegak lurus , sedang yang kanan bermuara pada vena cava dengan arah miring serta  Vena spermatika interna kiri lebih panjang dan katupnya lebih sedikit Read more »

Reaksi Transfusi Darah

Transfusi darah masif jarang dilakukan, lebih-lebih sebab permintaan darah hampir selalu tersendat-sendat. Kalau terjadi perdarahan banyak dan persediaan darah kurang, yang diberikan ialah cairan pengganti darah.

Kadang-kadang transfusi darah masif dapat dilakukan sebab persediaan darah cukup dan kadang-kadang donor juga cukup banyak. Seandainya persediaan darah cukup, maka pemberian suatu transfusi masif bukan tanpa risiko untuk terjadinya macam-macam komplikasi, sehingga diperlakukan alat tambahan untuk memudahkan kita memantau selama pemberian transfusi masif tersebut. Alat tambahan tersebut antara lain ialah EKG, analisis gas darah, dan CVP. Read more »

Introduksi Biomolekular

DNA & EKSPRESI GEN

-         Organisme multi seluler memiliki struktur & fungsi yang berbeda.

-         Setiap sel mengandung genome yg sama à contoh sel neuron & sel limfosit mamalia sangatlah berbeda, namun keduanya mngandung genom yg sama.

-         DNA : Asam deksiribonukleat à bagian dari gen yg dpt dibaca Read more »

Tumor payudara dan Kanker payudara

Benjolan payudara secara secara umum disebut sebagai tumor payudara jika jinak dan kanker payudara jika ganas.

kedua penyakit ini kadang sulit dibedakan, meskipun demikian terdapat kaidah umum mengenai jinak atau tidaknya suatu pertumbuhan. Tumor jinak biasanya memiliki karakter: Read more »

Payudara atau Mammae

Embriologi

Payudara merupakan modifikasi kelenjar keringat berasal dari ektoderm, sedang lemak dan elemen fibreusnya berasal dari mesoderm. Payudara tumbuh mulai dengan penebalan “ milk ridge(line) “ sejak intrauterin  bulan ke 2, dan terbentang dari aksilla sampai inguinal. Sebagian besar menghilang tetapi di daerah pektoral yang tinggal, tempat dimana payudara normal berada. Bila terjadi persisten sepanjang linea tersebut akan terjadi payudara lebih sepasang atau polymastia atau polythelia. Pada tempat tersebut ektoderm akan proliferasi  dan pada akhir kehidupan foetal akan terbentuk “ mammaria pit “ (celah payudara). Sebelum lahir pit membentuk konversi kedalam dan sedikit menonjol. Pada pertumbuhan selanjutnya akan dipengaruhi oleh hormon dari pituitary dan ovarium. Read more »

Tehnik Operasi Thyroidectomy

Tehnik Operasi Thyroidektomi

1.  Menginsisi pada leher bagian depan 4 cm di atas suprasternal notch sedikit melengkung dengan konkavitas ke atas

2.  Memperdalam incise sampai m. plastyma, flap atas dibebaskan dari jaringan di bawahnya dengan cara tajam kemudian dengan cara tumpul sampai setinggi incisura thyroidea. Merawat perdarahan yang terjadi. Flap bawah dibebaskan dengan cara seperti di atas sampai setinggi suprasternal notch, pembebasan bagian medial lebih penting dari pada bagian lateral Read more »

Parotidectomy atau Parotidektomi

Tehnik Operasi Parotidektomi

  1. Posisi dan persiapan pasien seperti operasi thyroid, dengan sudut mata dan commisura labialis tidak tertutup
  2. Mensterilisasi daerah operasi dan canalis auditori external
  3. Menginsisi T inverted yaitu membuat insisi preauricular kurang lebih 3 mm depan telinga lengkung kearah bawah sampai pada angulus posterior mandibula, kemudian insisi tranversa 3 cm di bawah mandibula sampai mastoid Read more »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.